Ingin rasanya aku gapai anganku
Namun apa dayaku
Hiruk pikuk dunia telah memenuhiku
Tiada celah sedikit pun
Begitu padat……………………….
Begitu sempit……………………..
Serasa tidak ada waktu untuk menghela nafas
Kehiruk pikukan telah mengubahkanku
Ubahku selama 3 atau 4 tahun
Hingga saat ini………………………..
Mungkin hingga bulan depan…….
Tahun depan……………………………
2 tahun lagi……………………………..
Atau entah hingga kapan
Semua telah ku bungkus dengan rapih
Gitar yang selalu menemaniku
Saat aku membuat coretan-coretan yang tak berarti
Yang ku rangkai dengan nada-nada sumbang
Menjadikan sebuah lagu yang menyakitkan pendengaran
Buku ku yang telah usang…………………
Penuh dengan coretan-coretan yang banyak tercoret-coret
Kini sudah tak pernah …………………..
Dan tak bisa ku coret-coret lagi………
Saat aku sedang termenung………………..
Saat aku sedang marah………………………
Saat aku sedang senang……………………..
Saat aku sedang sedih………………………..
Saat aku sedang hampa………………………
Tiada lagi yang bisa aku lakukan
Tak bisa lagi memetik dawai gitar
Tak bisa lagi membuat coretan-coretan tak berarti
Merangkai nada-nada sumbang
Membuat lagu yang menyakitkan pendengaran
Semua sudah tak dapat aku lakukan
Terbuang sudah cita-cita ku……………….
Hobi ku……………………………………………
Angan-angan ku………………………………..
Kesenanganku…………………………………..
Harapanku………………………………………..
Namun aku yakin,
Saat itu akan datang kembali
Menghantarku mengambil gitar dan buku usangku
Memetik dawai yang habis dimakan karat
Tangan-tanganku yang telah mati rasa
Kebutaan huruf ku
Suara yang tak mengerti solmisasi
Lagu yang didominasi nada-nada fals
Kan ku tunggu saat itu
Dengan tubuh ku yang telah usang dan berkerut
Kan ku tunggu